aBoUt aFwAn

Nama saya Dewi Rakhmawati,dilahirkan dengan selamat oleh ibu saya pada 2 February 1994.saya lebih banyak pendiam dan kadang ceria tergantung suasana hati.selalu mendengarkan suara hati dalam memutuskan masalah.sedikit barbicara namun banyak manfaat.Aku menyukai sesuatu yang bermanfaat dan berusaha menciptakan sesuatu yang bermanfaat.Dunia ini terlalu luas untuk dijelajahi jadi keinginanku sejalan dengan garis Tuhan sang pemilik hidupdan percaya bahwaDia adalah sutradara yang paling handal.

Aswan ya sahlan..................

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Selasa, 23 November 2010

Kantong Semar yang Karnivora

kantong semar 
Sewaktu daun masih muda, Kantong  pemangsa pada Nepenthes tertutup. Lantas, membuka ketika sudah dewasa. Namun bukan berarti kantung flora karnivora ini menutup sewaktu masih muda saja. Ia menutup diri ketika sedang mengganyang mangsa. Tujuannya supaya proses pencernaan berjalan lancar dan tidak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang sudah ia peroleh.
Bibir lubang kantung dilengkapi dengan alat penipu. Organ itu berwarna merah serta mampu menebarkan aroma manis. Warna bibir Kantong Semar yang merona serta beraroma manis itu akan memikat dan membuat lengah calon mangsa. Binatang yang terpikat akan tergelincir masuk ke dalam kantung antara yang licin. Cairan asam (enzim proteolase) yang berada dalam kantung tengah lalu mencerna tubuh mangsa itu. Tubuh mangsa naas itu kemudian diolah menjadi garam Posphat dan nitrat yang kemudian diserap oleh kantong Semar.
Tidak semua jenis Kantong Semar  memiliki mangsa favorit yang sama. Semut adalah menu kesukaan bagi  Nepenthes mirabilis namun ada juga yang menyukai rayap seperti N. albomarginata. Ada pula species katung semar yang “vegetarian” alias tak suka menyantap daging tetapi melalap guguran dedaunan dari tumbuhan yang berada di atasnya (Nepenthes ampullaria). Bahkan ada Kantung Semar yang menyukai kotoran burung (Nepenthes lowii).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar